AirAsia

AirAsia Buka Rute Surabaya Makassar Sasar 67 Juta Wisatawan

AirAsia Buka Rute Surabaya Makassar Sasar 67 Juta Wisatawan
AirAsia Buka Rute Surabaya Makassar Sasar 67 Juta Wisatawan

JAKARTA - Transportasi udara terus memainkan peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. 

Seiring meningkatnya aktivitas perjalanan domestik, maskapai penerbangan mulai melihat potensi besar di berbagai wilayah, termasuk kawasan Indonesia Timur.

 Salah satu kawasan yang kini menjadi perhatian adalah Sulawesi, yang memiliki pergerakan wisatawan cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, pergerakan wisatawan Nusantara ke wilayah Sulawesi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara tercatat mencapai lebih dari 67,4 juta perjalanan. 

Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang bepergian ke kawasan tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari wisata hingga aktivitas bisnis.

Melihat besarnya potensi tersebut, maskapai penerbangan berupaya menghadirkan konektivitas yang lebih luas. Tidak hanya menghubungkan kota besar seperti Surabaya dan Makassar, jaringan penerbangan juga mulai terintegrasi hingga ke kota-kota sekunder seperti Palu, Kendari, dan Luwuk. Selain itu, konektivitas ini juga diperluas hingga jaringan internasional menuju Kuala Lumpur.

Langkah ekspansi ini terlihat dari pembukaan rute baru Surabaya–Makassar oleh AirAsia. Rute perdana tersebut mulai beroperasi pada Sabtu dengan nomor penerbangan QZ 734. Kehadiran rute ini menjadi bagian dari strategi maskapai untuk memperluas jaringan penerbangan sekaligus memanfaatkan potensi pasar wisatawan yang terus berkembang di kawasan Sulawesi.

Pesawat yang mengoperasikan penerbangan tersebut tiba pukul 07.29 Wita di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan membawa 110 penumpang dari Surabaya. Kedatangan pesawat itu disambut dengan water salute sebagai bentuk penyambutan resmi atas pembukaan rute baru tersebut.

Potensi Besar Wisatawan Nusantara di Sulawesi

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kawasan Sulawesi memiliki potensi wisatawan domestik yang sangat besar. Sepanjang tahun 2025, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara ke wilayah ini mencapai lebih dari 67,4 juta perjalanan.

Jika dilihat secara lebih rinci, Sulawesi Selatan mencatat angka perjalanan tertinggi. Wilayah ini mencatat lebih dari 42,5 juta perjalanan wisatawan Nusantara sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan menjadi salah satu destinasi utama bagi wisatawan domestik.

Sementara itu, Sulawesi Tengah mencatat sekitar 11,6 juta perjalanan wisatawan Nusantara pada periode yang sama. Di sisi lain, Sulawesi Tenggara mencatat sekitar 13,3 juta perjalanan wisatawan.

Angka-angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa kebutuhan akan konektivitas transportasi udara yang memadai menjadi semakin penting untuk mendukung aktivitas perjalanan masyarakat.

Pembukaan Rute Surabaya Makassar oleh AirAsia

Pembukaan rute Surabaya–Makassar menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat konektivitas udara menuju kawasan Indonesia Timur. Rute ini diharapkan dapat memberikan pilihan perjalanan yang lebih mudah bagi masyarakat yang ingin bepergian antarwilayah.

Captain Achmad Sadikin Abdurachman, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, mengungkapkan bahwa pembukaan rute ini merupakan respons langsung terhadap tingginya mobilitas masyarakat di kawasan timur Indonesia.

“Pembukaan rute Surabaya-Makassar ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas konektivitas nasional, khususnya menuju kawasan Indonesia Timur. Makassar kami perkuat perannya sebagai virtual hub yang memudahkan masyarakat menjangkau berbagai kota seperti Luwuk, Palu, dan Kendari dalam satu rangkaian perjalanan,” ujar Sadikin.

Ia juga berharap layanan penerbangan ini dapat memberikan dampak positif bagi berbagai sektor di daerah.

"Kami berharap kehadiran layanan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses pariwisata, serta membuka lebih banyak peluang bagi pergerakan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia," ujar Sadikin.

Integrasi Penerbangan Hingga Jaringan Internasional

Sadikin menambahkan bahwa konektivitas penerbangan ini juga telah terintegrasi dengan jaringan AirAsia Group. Melalui integrasi tersebut, penumpang dari sejumlah kota di Sulawesi kini memiliki akses perjalanan yang lebih luas.

Penumpang dari Luwuk, Palu, dan Kendari dapat terhubung melalui Makassar dan melanjutkan perjalanan internasional menggunakan layanan fly-thru menuju Kuala Lumpur. Dengan sistem ini, penumpang tidak perlu mengurus proses imigrasi di Makassar.

“Dengan skema tersebut, masyarakat dari berbagai kota di Sulawesi memiliki akses yang lebih luas ke destinasi internasional dalam satu rangkaian penerbangan. Integrasi jaringan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi, sekaligus memperkuat pergerakan wisatawan nusantara melalui pilihan perjalanan yang lebih terhubung dan efisien,” jelasnya.

Konektivitas yang semakin luas ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi sektor pariwisata serta mempermudah mobilitas masyarakat antarwilayah.

Dukungan Bandara Dan Potensi Pariwisata Daerah

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menyambut positif pembukaan rute baru tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas transportasi di kawasan Indonesia Timur.

“Kami mengapresiasi langkah AirAsia yang selama ini telah melayani rute internasional Makassar-Kuala Lumpur dan kini memperluas layanan domestik. Tambahan layanan ini menunjukkan kepercayaan maskapai terhadap potensi pasar di Makassar dan sekitarnya,” ujar Minggus.

Pada penerbangan perdana tersebut, AirAsia mengalokasikan delapan frekuensi penerbangan. Minggus berharap jumlah penerbangan tersebut dapat terus bertambah, terutama menjelang periode arus mudik.

“Alhamdulillah jelang arus mudik, masyarakat bisa merasakan layanan AirAsia. Kami berharap penerbangan internasionalnya bisa ditambah, bukan hanya ke Kuala Lumpur saja,” tambahnya.

Minggus juga menegaskan bahwa Bandara Sultan Hasanuddin kini telah mengalami transformasi besar. Luas terminal yang sebelumnya hanya sekitar 51 ribu meter persegi kini berkembang menjadi 166 ribu meter persegi dan beroperasi penuh selama 24 jam.

Bandara tersebut juga memiliki kapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun. Dengan kapasitas tersebut, bandara ini diharapkan mampu mendukung peningkatan mobilitas masyarakat serta pengembangan sektor pariwisata di kawasan sekitar.

Selain itu, keberadaan bandara ini juga dapat mendukung akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di wilayah Sulawesi.

“Objek wisata di sekitar kita cukup bagus. Kami akan mengoneksikan penerbangan ini dengan destinasi unggulan seperti Taman Nasional Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar, Tana Toraja, Mamuju, dan Bone. Bandara ini bisa mendistribusikan semua, tidak hanya Sulsel, karena AirAsia hadir dengan harga bersaing,” jelas Minggus.

Dengan hadirnya rute baru ini, arus pergerakan masyarakat antar pulau diharapkan dapat berlangsung lebih lancar dan terjangkau. Ketersediaan akses udara yang semakin terintegrasi antara Surabaya dan sejumlah kota di Sulawesi diyakini mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas pasar bagi pelaku usaha, membuka peluang baru bagi pengembangan sektor pariwisata, dan yang pasti memperkuat pemerataan konektivitas di kawasan Indonesia Timur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index